Posted in Cuap-cuap, Tulisan Dinhie

Tentang Kisah Win…

Hmm…kisah Win membuka mata akan ironi di suatu negeri yang mayoritas Muslim ini. Kisah yang dialami Win mengingatkan saya akan benturan prinsip berpakaian yang pernah saya alami.

Selama kuliah di fakultas ilmu keperawatan di salah satu universitas negeri di Depok, saya tidak mengalami kendala dalam berpakaian karena kampus kami membiarkan mahasiswanya berpakaian bebas (tentu dalam batas kesopanan) sebagaimana kampus lainnya meskipun jurusan keperawatan. Kalaupun kami harus mengunjungi rumah sakit dalam rangka pembelajaran, biasanya kami hanya diwajibkan mengenakan jas klinik diatas pakaian  atau mengenakan atasan putih (bukan kaos) dan bawahan gelap. Waktu itu saya masih bisa mengikuti aturan yang diberlakukan. Ketika tahap akademik 4 tahun berakhir dan hendak memasuki tahap profesi, aroma benturan itu mulai terasa karena pada tahap profesi untuk di rumah sakit kami diwajibkan mengenakan seragam seperti seorang perawat rumah sakit pada umumnya : atasan dan celana putih. Jenis modelnya tentu disesuaikan dengan kebijakan fakultas namun satu hal yang tetap : harus celana, tidak boleh rok.

Awalnya, saya tidak berminat melanjutkan program profesi karena masalah itu (sebab saya berprinsip pakaian wajib muslimah adalah jilbab seperti yang Allah swt perintahkan dalam QS. al Ahzab ayat 59). Akan tetapi ketika mendekati waktu kelulusan, saya pikir sayang juga ilmu keperawatan yang sudah saya pelajari selama 4 tahun tidak diaplikasikan. Jadi saya memutuskan akan mengikuti profesi sambil cari celah bagaimana menghindari masalah itu. Akhirnya setelah berdiskusi dengan banyak pihak, terutama orang tua yang membiayai kuliah, saya putuskan untuk melanjutkan profesi. Masalah pakaian itu nanti bisa diakali, that was I  thought..

Umm.. kenapa saya mau bertahan? Karena saya pikir, profesi itu hanya satu tahun. Setelah itu saya bisa mencari pekerjaan yang memang sesuai dengan keinginan saya terutama dalam hal berpakaian. Akan tetapi, beberapa bulan setelah lulus, saya diterima bekerja di salah satu rumah sakit khusus jantung milik  pemerintah. Meskipun mengetahui pasti masalah pakaian menjadi kendala utama, saya masih bertahan karena saya pikir ini kesempatan mengaplikasikan ilmu tidak datang dua kali. Jadilah saya tetap bekerja di rumah sakit itu (lagipula saya tidak mencoba peruntungan di tempat lain).

Namun, suatu ketika datang kesempatan (yang menurut saya adalah pertolongan dari Allah) untuk mencoba bekerja di luar jalur keperawatan. Selama masa penantian itu, saya tidak henti-hentinya berdoa untuk ditunjukkan yang terbaik. Dan ketika penantian itu berbuah manis, saya pun sangat bersyukur.

Pekerjaan ideal seorang lulusan sarjana keperawatan memang perawat, namun ketika ada prinsip yang tidak bisa dikompromikan saya lebih memilih mundur. Mungkin ada berprinsip, tidak apa dengan pakaian yang begitu..toh pekerjaan yang kita lakukan mulia. Saya menghargai teman-teman yang berprinsip seperti itu. Saya memang tidak seberani Mba Win yang sampai berani menggugat. Saya sangat salut dengan keberaniannya. Semoga keberaniannya dapat menyulut keberanian teman-teman yang bernasib sama : menjadi muslim tertindas di negeri yang mayoritas beragama Islam ini.

Hmm… mungkin ada pula yang berpendapat, kan enak dapet pilihan pekerjaan lain. Kalau tidak, ya terpaksa bertahan. Well..saya juga tidak tahu kalau ternyata Allah berkehendak lain dengan membiarkan saya bekerja di rumah sakit. Namun satu hal yang pasti, saya tetap tidak akan melanjutkan pekerjaan di rumah sakit..^^

Well.. ini hanya sekadar sharing saja… Semoga ada pelajaran yang bisa dipetik. Tetap smangat! ^^

Author:

A woman who loves everything about Korean culture, try her best to be a good mother & devoted wife.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s