Posted in Cuap-cuap, Inspiring Stories, wedding thing

..cinta dan menikah itu..

Kisah berikut ini merupakan kisah nyata Bpk. Suyatno yang pernah diwawancarai di acara “Kick Andy” Metro TV. Semoga bisa memberi inspirasi dan teladan bagi kita semua, terutama para suami..^^

Enjoy!

======

Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah
senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat
merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32
tahun. Dikaruniai 4 orang anak.

Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak
yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal
itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya
menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak
bisa digerakkan lagi.

Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan,
membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat
tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa
kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat
senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari
kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya
makan siang.

Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan
selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil
menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya
bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno
sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda
istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno
lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya
bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak
mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari.saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk
ibunya karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama
keluarga masing-masing- – Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang
merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar semua
anaknya dapat berhasil’.
Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata: “Pak
kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak
merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir
bapak..bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.” Sambil air mata
si sulung berlinang.

“Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa
ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak,
dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak,
kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung
melanjutkan permohonannya.

“Anak-anakku. Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk
nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya
ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah
melahirkan kalian..*sejenak kerongkongannya tersekat*. kalian yang
selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak
satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah
dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak
bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan
keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih
diberiTuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu
yang masih sakit.” Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak
diduga anak-anaknya. Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno,
merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu
Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya
itu..

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV
swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan
kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat
Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa….disaat itulah meledak
tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum
perempuanpun tidak sanggup menahan haru.

Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini
mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau
memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya
memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia
sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan
bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang
lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami
bersama. dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang
komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya
mencari penggantinya apalagi dia sakit…” Sambil menangis.

“Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat
bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada
Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya…”BAHWA
CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH”.

Author:

A woman who loves everything about Korean culture, try her best to be a good mother & devoted wife.

5 thoughts on “..cinta dan menikah itu..

    1. haaii..Thank you for visiting my blog..^^
      I really appreciate your comment. I hope this blog would inspire anyone and I’ll do my best..😉

  1. nangis bacanya, jadi inget papa aku yg ngerawat mama yg sedang skit dengan cinta dan sabar. sampai mama menuju tempat yg paling bahagia dan hakiki..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s