Posted in Cuap-cuap, Girl's Talk, Tulisan Dinhie, wedding thing

Chit chat

Hmm…

Kemarin browsing-browsing motif desain untuk dapet inspirasi. Lumayan banyak dan lucu-lucu, ampe bingung mo pilih yang manašŸ˜›.

Klo ngomongin wedding preparation, pasti deh kaum hawa yang paling antusias. Ya iyalah, secara.. itu hari yang paling ditunggu gituh. Sepanjang pengamatan saya, banyak juga capeng wanita yang menuangkan diary wed prepnya di blog pribadi mereka ato blog bersama. Hmm.. blog-blog mereka sangat menarik. Semua kisah suka dan duka mempersiapkan hari bersejarah ada disana. Begitu pula rekomendasi vendor, promosi, mereka tidak segan berbagi. UntukĀ  yang sedang mempersiapkan hari pernikahan tentu informasi seperti itu sangat berharga. Malah ada yang sangat rapi mengorganisasikan semuanya. Salut buat mereka yang sudah mau berbagi^^.

Umm.. Klo saya pribadi, bukannya ga seneng dengan persiapan ini itu, tapi menurut saya persiapan ilmu dan mental butuh porsi lebih besar. Pernikahan itu bukan main-main, dan disebut sebagai mitsaqan ghaliza yang berarti perjanjian yang sangat berat. Kata “mitsaqan ghaliza” ini dalam al Qur’an hanya disebut tiga kali, begitu menurut buku-buku pernikahan. Salah satu cerita tentang kata ini adalah Alloh mengangkat Gunung Thursina ketika mengambil sumpah Bani Israil. Ketika akad nikah sang Ayah mertua menjabat erat tangan si menantu sambil memandang penuh arti, “mulai saat ini saya mempercayakan kehidupan sang Putri kepada Anda.”, ketika itu pula perjanjian dibuat. Nah, gimana ga disebut perjanjian yang sangat berat karena mempercayakan kehidupan sang Putri ibaratnya memindahkanĀ  Gunung Thursina ke pundak sang Mantu, jadi siapa yang keringat dingin ketika mengucapkan akad nikahšŸ˜€.

Wuuh.. klo udah tahu begitu maka sebaiknya mempersiapkan diri sedini mungkin. Rasanya masih banyak ilmu yang belum digali, maka jangan pernah letih untuk belajar. Ketika menikah, bukan hanya harus siap sebagai istri, tapi juga harus siap sebagai ibu. Menjadi ibu yang berkualitas tentu tidak didapat secara instan. Perlu kesinambungan proses belajar, dan tentu saja tidak mudah. Tapi bukan berarti saya lebih banyak ilmunya, ga begitu. Saya pun masih dalam tahap belajar dan belajar, menggali ilmu dari berbagai sumber.

Jadi, jangan sampai persiapan teknis melalaikan persiapan ilmu. Tetap smangat!^^

Author:

A woman who loves everything about Korean culture, try her best to be a good mother & devoted wife.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s