Posted in Cuap-cuap, serba serbi

Cerita Lain Tentang Stasiun

Lupakan sejenak wedding thing, saya mau cerita yang lain aja, hehehe..

Ada saja kisah menarik yang saya alami sepanjang perjalanan dari stasiun Pondok Cina – Karet/Sudirman.

Kali ini ada cerita dari stasiun Sudirman.

Seperti biasa, sore itu saya pulang dengan acara lari-lari kecil. Maklumlah, jam pulang kantor kadang mepet sama jadwal datangnya kereta jadi ya mesti lari-lari biar ga ketinggalan. Otomatis, uang tiket kereta sudah harus dipersiapkan biar ga ribet. Ada 3 loket di stasiun Sudirman ini, biasanya saya langsung beli tiket di pintu paling depan  klo dari lantai bawah. Di stasiun ini, pemandangan orang berlari-lari naik tangga atau buru-buru beli tiket itu hal biasa, jadi sudah jadi keharusan petugas penjaga loket sigap membayar uang kembalian agar antrian tidak terlalu panjang.

Biasanya si,, saya langsung masukkan ke kantong uang kembalian tiket tanpa menghitung kembali. Saya percaya saja sama petugas yang memberikan uang kembalian. Tapi.. sudah dua kali ini saya perhatikan, uang kembalian saya kurang 10k IDR. Saya menyadarinya waktu memeriksa tiket di saku (karena biasanya ada petugas yang memeriksa tiket di dalam kereta), kok kembalian saya kurang 10k IDR? Waktu itu saya membayar dengan uang 50k IDR. Harga tiket Bogor Express 9k IDR, jadi seharusnya saya dapat kembalian 41k IDR. Tapi kenyataannya, saya cuma dikasih 31k IDR.. kurang 10k kan? Saya mau komplen juga percuma, soalnya kereta sudah di depan mata. Ya sudahlah, saya ikhlaskan saja (padahal kan lumayan banget T.T)

Kejadian berikutnya terjadi baru-baru ini. Kronologisnya sama persis dengan yang pertama : terburu-buru mengejar kereta. Kali ini saya membayar dengan uang 20k IDR, dan seharusnya dapat kembalian 11k IDR kan? Tapi saya cuma dapet kembalian 1000 rupiah saja!

Mungkin jatuh atau apa, tapi uang kembalian itu saya lipat dan langsung saya masukkan saku beserta tiketnya. Jadi, kalaupun jatuh, tiket seharusnya ikut jatuh. Tapi kenyataannya, tiket masih ada, dan uang 1000 masih ada. Kemungkinan terbesar adalah uang kembalinya yang kurang. Lagi-lagi saya ga bisa komplen karena kereta keburu datang.

Jujur, agak susah hitung kembalian karena terburu-buru mengejar kereta. Kronologisnya pasti seperti ini : datang berlari-lari ke loket > bilang tujuan sambil menyerahkan uang > petugas memberi tiket dan uang kembalian > uang kembalian dan tiket langsung saya masukkan ke saku jaket > berlari-lari ke peron 2 yang berada di seberang dan menuju kesana harus dengan naik-turun eskalator.

Hhh,,, mungkin memang harus lebih teliti kedepannya,, atau mungkin kurang beramal..

Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua..

Author:

A woman who loves everything about Korean culture, try her best to be a good mother & devoted wife.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s