Posted in Cuap-cuap

Kehujanan di Dalam Bus!

Iklim bumi sudah tidak bersahabat. Cuaca tidak lagi menentu. Bulan Juli yang seharusnya musim panas/kemarau, malah hampir setiap hari mendung dan tidak jarang berakhir dengan hujan deras.

Kemarin, cuaca pagi Jakarta terlihat cerah. Menjelang siang, mendung menggantung dan akhirnya hujan turun. Walaupun sebentar, air hujan cukup membuat jalanan becek dan (biasanya) macet. Sebelum menikah, saya tidak terlalu merisaukan jalanan yang macet karena genangan air hujan karena saya naik KRL ke Depok. Paling khawatir KRL bakal mengalami gangguan klo hujan😀 . Nah, semenjak menikah saya harus naik bus 102 jurusan Ciputat-Tanah Abang karena saya tinggal di Ciputat. Kemarin itu, perjalanan perdana baru saya, hehehehe

Klo berangkat si ga ada masalah. Perjalanan Ciputat-Gatsu ditempuh dalam waktu 1 jam saja. Cukup amaze juga karena kemarin hari Senin, hari padat jalanan. Tapii.. perjalanan pulang yang agak sedikit bermasalah.

Beruntung, bus 102 yang saya naiki tidak penuh, jadi saya bisa duduk manis. Saya ambil posisi di bangku di depan pintu belakang. Di sebelah saya duduk seorang bapak yang berambut putih. Satu bangku di depan saya basah terkena air hujan dan walaupun sudah dibersihkan oleh kondektur tetap saja basah. Memasuki daerah Plaza Senayan, jalanan mulai macet. Cuaca masih bersahabat, dan banyak penumpang yang naik. Barulah saat bus penuh, bangku yang tergenang air mulai dimanfaatkan oleh penumpang yang berinisiatif membersihkan bangku tersebut dengan sapu tangannya sendiri.

Meninggalkan Senayan, hujan deras mulai turun. Disinilah bencana mulai terjadi. Atap bus ternyata bocor! Yang paling parah adalah bangku depan saya. Sebenarnya bangku sebelah saya juga bocor, tapi tidak separah di depannya. Si bapak juga masih tenang-tenang saja. Yang mulai gelisah adalah dua penumpang di depan saya, berusaha menghindari tetesan air yang semakin deras. Memasuki daerah Radio Dalam, hujan makin deras dan tentu saja di dalam bus pun ikut kehujanan. Akhirnya dua penumpang depan saya menyerah dan berdiri. Ternyata berdiri pun kebasahan! Waduuh.. ! Si Bapak sebelah saya juga mulai menyerah dan memilih berdiri. Alhamdulillah tempat saya aman-aman saja, jadi saya tetap duduk manis walaupun terciprat sana-sini. Situasi dalam bus bener-bener kacau deh. Sampai-sampai penumpang ada yang komplen sama si kondektur, “Mas, bilangin sama bosnya, jangan mikirin duitnya aja. Tapi juga benerin ni yang bocor-bocor.”

Bener juga si,, di era Kapitalis ini yang dipikir cuma dapet uang tanpa memikirkan kenyamanan. Begitulah realita kendaraan umum ibukota,,, kapan ya pemerintah memerhatikan urusan transportasi massa ini??

Hhh..😦

Author:

A woman who loves everything about Korean culture, try her best to be a good mother & devoted wife.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s