Posted in Cuap-cuap, serba serbi

Balada Kompor Gas : Part II “Regulator Elpiji – Mekanisme Pemasangannya”

Pagi ini dapet surel terusan dari Neng Astasya tentang “Kenapa Tabung Gas Elpiji Bisa Meledak?” dan jawabannya super lengkap. Info ini bermanfaat buat semua pengguna kompor gas, ga cuma ibu-ibu doang loh yaa..!

Berikut artikel lengkap yang bersumber dari Kompasiana

Regulator Elpiji – Mekanisme Pemasangannya

Unsur drama dan politis adalah bumbu penyedap berita. Drama dan politik adalah ranah semua orang, tak perlu banyak pengetahuan untuk turut merasakan penderitaan korban suatu peristiwa, dan tak ada aturannya. Para penulis berita juga tak punya waktu untuk mendalami persoalan karena dikejar tenggat waktu, kalau salah nanti tinggal diralat. Lembaga yang diberi tugas menyelenggarakan distribusi Elpiji juga masih menderita kerugian dari pekerjaannya, sehingga tak dapat menyelenggarakan telaah dan eksperimen yang tuntas untuk konfirmasi penyebab kecelakaan, apalagi melaksanakan program pencegahan.

Tabung Elpiji meledak? Ya, ini dapat terjadi kalau tabung berisi Elpiji dipanaskan sampai lebih dari 100 derajat Celsius, dengan api yang besar, atau dilahap api. Bila api tidak terlalu besar, katup pengaman akan bekerja (Gambar-1), membuang tekanan lebih, menghindarkan ledakan tabung.

Gambar-1.

Semua berita mengenai “ledakan tabung Elpiji” tidak ada yang mengkonfirmasi ditemukan tabung yang pecah atau sobek karena isinya meledak. Tak cukup alasan bagi tabung Elpiji untuk meledak. Jutaan tabung dilempar-lempar, dipanggang terik matahari, semua siksaan ini dapat ditahan oleh baja dan lasan tabung, sekalipun tabung tidak ber-SNI karena bikinan Cina (tapi berlogo Pertamina).

Jadi, menurut hemat penulis, tabung tak akan meledak pada suhu normal (tekanan sekitar 7 atmosfir) karena tabung dirancang tahan sampai 28 atmosfir.

Kemungkinan besar, Elpiji bocor dengan deras dari tabung, melalui celah antara katup tabung dan regulator, lantaran sekatnya tidak melaksanakan tugas seperti seharusnya. Gambar-2 menunjukkan sekat dimaksud, yakni cincin yang terbuat dari karet, berwarna hitam.

Gambar-2

Mekanisme pemasangan regulator untuk tabung 3 dan 12 kg adalah tipe clip-on. Gambar-3 adalah diagram yang memperlihatkan mekanisme penahan regulator dan pembuka katup, regulator pada posisi OFF.

Gambar-3

Gambar-4 menunjukkan posisi “regulator ON”. Pengait menahan regulator tetap ditempat, plunger menekan katup sehingga membuka, mengalirkan uap Elpiji ke dalam regulator.

Gambar-4

Ilustrasi pemasangannya pada tabung diperlihatkan oleh gambar-5.

Gambar-5

Perhatikan bahwa hanya ada satu pengait, sehingga regulator dapat bergoyang-goyang bila tersentuh. Demikian pula, hanya ada satu penyekat antara regulator dengan katup. Cincin penyekat itu.

Gambar-6 adalah foto Regulator dilihat dari bawah.

Gambar-6

Tabung, katup, regulator, dan selang bukanlah penyumbang utama dalam musibah Elpiji di tanah air. Benda-benda ini dipakai juga di banyak negara tanpa menimbulkan masalah berarti. Regulator tipe clip-on adalah favorit karena kemudahannya dalam memasang dan melepaskannya.

Tekanan yang masuk ke regulator adalah tekanan penuh dari Elpiji. Di negri kita berkisar antara 5 sampai 7 atmosfir, tergantung campuran elpijinya dan suhu ruang. Tekanan ini cukup besar, kira-kira sama dengan tekanan kompressor tambal ban di pinggir jalan.

Tekanan sebesar ini sepenuhnya harus ditahan oleh cincin sekat hitam yang ditunjukkan pada Gambar-2. Inilah tempat kebocoran utama yang dapat membuat ruangan menjadi eksplosif. Inilah sambungan yang paling rawan, dan bocor atau tidak ditentukan oleh kualitas cincin penyekat (seal) ini. Tentu saja bila mulut katup pada tabung penyok atau cuil berat bagian tengahnya, seal sebaik apapun tak dapat menyekat.

Masih ada dua sambungan lagi yang juga diributkan, yakni sambungan antara regulator dengan selang, dan diujung selang lainnya, yaitu sambungan antara selang dengan kompor. Kedua sambungan ini tidak menanggung beban berat, karena tekanan dalam selang, yaitu tekanan keluaran dari regulator, sangat rendah. Tekanannya cuma sekitar 30 milibar (1,03 atmosfir). Tekanan sebesar ini tidak dapat keluar dari lubang yang dibuat dengan tusukan jarum pada selang. Seandainyapun keluar, jumlahnya tak akan cukup untuk membuat ruangan menjadi eksplosif, karena gas lebih cepat menyebar dibandingkan dengan pasokan dari kebocoran disini.

Selain itu regulator juga memiliki kapasitas, yang membatasi aliran gas yang keluar. Kapasitas umum regulator clip-on adalah 2 kilogram per jam. Gas bocor sebanyak 2 kg  dalam dapur dengan ukuran sedang dapat meledak bila terpicu bunga api dari saklar lampu yang dinyalakan atau dimatikan.

Jadi kalau selang putus, dan tak diketahui selama sejam, bahaya mengancam.

Kebocoran pada seal yang tidak baik mutunya bisa lebih dari 2 kg per jam.

Bagaimana kebocoran pada kompor, misalnya karena lupa tidak mematikan katup kompor padahal kompor tidak menyala? Kepala kompor yang normal kapasitasnya mungkin seperempat kilogram per jam. Dapur bisa berbahaya bila ada satu kepala kompor yang tidak ditutup dalam waktu semalam.

Sebagai langkah pengamanan, Elpiji untuk konsumsi masyarakat harus diberi bau dengan kadar minimal 25 mililiter per ton Elpiji. Pembau yang digunakan adalah ethyl-mercaptan, senyawa hidrokarbon dengan belerang, baunya seperti durian atau telur busuk, tergantung siapa yang menciumnya. Ini zat tak berwarna dengan keenceran seperti bensin premium, dan cair dalam suhu dan tekanan ruang. Oleh karena itu ia harus dilarutkan dengan baik dalam Elpiji, agar bila elpiji bocor, dia juga keluar dan memberikan peringatan kepada yang menciumnya. Baunya kini dikenal sebagai “bau gas”.

Waspadalah bila anda mencium bau gas di dapur anda. Tak perlu panik, hampiri tabung gas, lebaskan regulator, bawa tabung ke luar. Periksa apakah tabung mengeluarkan desis dari mana saja. Bila iya, biarkan tabung ditempat terbuka sampai gasnya habis. Jangan biarkan ada yang mendekat. Bila tak terdengar desis, tabung anda baik-baik saja. Mungkin ada yang lupa mematikan kompor, padahal api kompornya padam karena sesuatu sebab. Buka pintu dan jendela dapur. Biarkan sampai bau hilang, jangan menyalakan atau mematikan lampu atau apapun yang ada di dapur sampai bau hilang.

Yang repot adalah kalau gasnya tidak berbau, atau kurang baunya. Ini adalah masalah pengawasan mutu di Pertamina.

Ada baiknya anda menguji “bau gas” setiap kali anda mengganti tabung Elpiji. Buka katup kompor anda tanpa menyalakannya. Dekatkan hidung anda ke kepala kompor. Bau gas harus segera tercium. Kalau anda tidak mencium apa-apa, mungkin anda sedang pilek atau baru makan durian. Mintalah orang lain yang sehat dan tidak makan durian untuk mencium gas anda. Kalau dia juga tak mencium bau gas, tutup dulu katup kompor, biarkan beberapa menit agar gas yang sempat keluar dalam ekperimen anda menipis dan tak membahayakan. Lalu coba sulut/ nyalakan kompor anda. Kalau kompor menyala, maka zat pembau dalam tabung Elpiji anda jumlahnya kurang. Laporkan ke Pertamina. Kalau tidak menyala, gas anda habis.

Pada kebanyakan kasus, kebocoran pada cincin penyekat ini bersifat “ya” atau “tidak”. Maksudnya, kalau anda mendengar desis, itu bocor yang berbahaya. Kalau desis tak terdengar, maka sekat bekerja dengan baik. Bocor pada seal ini biasanya bisa dihentikan dengan menekan regulator ke bawah. Tapi masak anda akan menekannya selama istri atau suami anda memasak? Pasanglah penjepit regulator. Sekarang banyak modelnya.

Sekarang anda tahu bahwa selang sebenarnya tidak bekerja keras, karena tekanan dalam selang rendah sekali. Selang menjadi rusak karena usia, karena pada umumnya selang terbuat dari karet dengan serat penguat didalamnya. Kecuali selang sering tersiram minyak atau air dan dapur anda lembab sekali, selang bisa tahan tiga sampai empat tahun.

Jadi masalahnya saya kira bukan tabung, regulator, selang atau kompor . Tapi penyekat karet kecil itu dan kadar pembau dalam Elpiji.


Author:

A woman who loves everything about Korean culture, try her best to be a good mother & devoted wife.

4 thoughts on “Balada Kompor Gas : Part II “Regulator Elpiji – Mekanisme Pemasangannya”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s