Posted in Cuap-cuap, current event, Pregnancy

Kelas Edukasi AIMI : Breastfeeding Tips for Working Moms

Yak..!!

Waktunya sharing hasil ikutan kelas edukasi AIMI ASI yang topiknya Breasfeeding Tips for Working Moms waktu tanggal 5 Maret 2011 kemarin. Hwaaah,, lama banget ya?? Tapi insyaAlloh info-infonya masih bermanfaat.

Pendahuluan

Saya dan suami berangkat dari Ciputat jam 8.30 pagi, padahal kelasnya dimulai jam segitu. Hehehe,,karena nganggap deket jadinya santai aja gitu (jangan ditiru yah!) Naik taksi, sampe di sekolah Cikal 20 menit kemudian. Tanya2 sama satpam sekolah, akhirnya nemu ruang kelasnya. Daftar di meja registrasi, dapet soal pre test & goodie bag yang isinya CD materi, block note AIMI, 1pasang breastpad, dan snack. Kata si mba yang jaga registrasi, kelasnya baru aja dimulai.

In the class

Benarlah, pas masuk dan duduk, ternyata masih sesi perkenalan dengan para peserta. Sayang saya ga tahu nama 2 ibu yang kasih materi (dudul banget yah!😀 ). Selesai kenalan, baru deh masuk ke materi.

Materi pertama yaitu tentang hak ibu bekerja untuk tetap bisa memberikan ASI, dan ada jaminan hukumnya : UUD (pasal 27 ayat 2, pasal 28B ayat 2), UU Ketenagakerjaan (UU No. 13/2008 pasal 83), UU Perlindungan Anak (UU No. 23/2002 pasal 22), UU Hak Asasi Manusia (UU No. 49/1999 pasal 49 ayat 2), UU Kesehatan (UU No. 36/2009 pasal 128, 129, dan 200), Kepmenkes No. 450/2004, SKB Tiga Menteri (No. 48/Menteri Pendayagunaan Perempuan, No. 27/ Menakertrans, dan No. 1177/Menkes th. 2008). Baru melek deh ternyata pemberian ASI itu dijamin oleh Negara!

Lanjut materi kedua, yaitu mengenai PD (breast), anatomi dan fisiologinya (cara kerja). Maklum yah pake bahasa ilmiah, jadi inget jaman kuliah dulu😀 . Secara umum, PD itu terdiri dari lapisan lemak, pabrik ASI, dan saluran ASI. Yang lebih dijelaskan mengenai pabrik ASI dan saluran ASI. Pabrik ASI letaknya tersebar di seluruh PD, dan perbandingan pabrik ASI dengan lemak disekitarnya adalah 2:1. Sebanyak 65% pabrik ASI terletak dalam radius 30 mm dari dasar nipple.

Mengenai saluran ASI ini, jaringan antara PD kanan dan kiri serupa, tapi sangat berbeda untuk tiap perempuan. Karena namanya saluran, jelaslah klo fungsinya untuk menyalurkan ASI, bukan untuk menyimpan. Dimana letak saluran ASI ini? Saluran utamanya berkumpul dibagian dasar nipple, berdiameter sekitar 2 mm dan letaknya dekat dengan kulit. Jumlah saluran ASI sekitar 4-18 buah. Inilah yang membedakan tiap perempuan.

“Karena penyebaran pabrik ASI yang tidak merata, dan tidak adanya lagi gudang ASI serta jumlah saluran ASI yang sangat bervariasi, maka para ibu perlu memperhatikan anatomi payudara mereka masing-masing ketika memutuskan untuk menggunakan posisi menyusui tertentu, atau menggunakan tangan untuk menyangga/memegang payudara ketika sedang menyusui atau memerah ASI.

 

Kapan si ASI mulai diproduksi? Ternyata ASI sudah diproduksi sejak kehamilan bulan ke empat (minggu ke 16-22) atau trimester kedua kehamilan. Tapi saat itu jumlahnya masih sangat sedikit, dan akan meningkat sesuai dengan usia kehamilan dan produksi hormon hingga 48-72 jam pasca persalinan. Nah, kan biasanya ada tuh ibu-ibu yang mengeluhkan kok ASInya belum keluar juga setelah melahirkan..sebenarnya asal terus dirangsang dengan isapan bayi, ASI akan terus berproduksi, karena prinsip ASI adalah demand & supply.  Para ibu baru jangan khawatir klo si bayi belum minum ASI 3 hari setelah melahirkan. Sebab tubuh bayi sudah dibekali cadangan makanan untuk 3 hari setelah melahirkan. Jadi…jangan keburu disodorin susu formula ya..! Lagipula, perut bayi baru lahir itu sebesar kelereng, belum terlalu butuh banyak makanan.

Lanjuuut…!

Pernah denger hormon prolaktin?? Hormon prolaktin adalah hormon yang bertanggung jawab untuk produksi ASI. Hormon ini baru berfungsi setelah ada stimulus/rangsangan berupa isapan mulut bayi. Stimulus itu kemudian diteruskan ke otak dan selanjutnya otak memerintahkan untuk memproduksi ASI. Selain prolaktin, ada juga hormon yang berfungsi mengalirkan ASI atau dengan kata lain, memperlancar ASI disalurkan. Namanya adalah hormon oksitosin. Sama dengan hormon prolaktin, oksitosin ini juga kerjanya melalui rangsangan. Bedanya, rangsangan yang diperlukan adalah ketenangan/emosi/mood si ibu. Kalo si Ibu stress, bisa-bisa ASInya mampet, nah jadi yang perlu dilakukan adalah meningkatkan mood si Ibu. Banyak hal yang bisa dilakukan, asalkan membuat si Ibu senang, misalnya main-main dengan bayi, dipijat, memerhatikan si ayah mengganti popok bayi. Pokoknya apapun yang membuat si Ibu tenang dan senang J . Jangan sampe memikirkan hal-hal yang bikin oksitosin ga kerja, misalnya menyusui itu sakit, khawatir ASI ga cukup, menyusui itu hal memalukan dsb dsb. Harus ditanamkan dalam benak ibu bahwa ASI adalah makanan terbaik untuk bayi dan akan melakukan apapun agar bayi tercukupi ASInya..jangan lupa pula bahwa stok ASI di PD GA BAKALAN HABIS, asal terus distimulasi dan dikosongkan (mll isapan bayi/dipompa). OK moms??? ^^

Nah, setelah mengetahui seluk beluk dan pentingnya ASI, apakah moms siap kembali bekerja? Apa aja si yang harus dipersiapkan agar tetap bisa menyusui walaupun kembali kerja? Ini dia bahasannya…

PERSIAPAN KETIKA HAMIL

Wooh..ternyata harus dipersiapkan ketika masih hamil loh…Yups, dari awal, saya memang sudah merencanakan akan tetap memberikan ASI meskipun harus kembali kerja (makanya niat banget sampe ikutan kelas edukasi ini😀 ).

1.       Rencanakan cuti dengan porsi yang agak lama. Tujuannya untuk memperat bonding antara baby & mom plus memantapkan supply ASI. Jadi ya..klo bisa si cutinya mepet2 sama due datenya, hehehe. Tapi klo ga bisa ya diusahakan agak lebih lama dan nanti ambil hari masuknya hari Rabu/Kamis. Maksudnya biar cepet ketemu weekend, ga terlalu lama ninggalin si baby. Pasti kan ga tahan tu kelamaan ninggalin baby L

2.       Beritahu pihak kantor tentang rencana menyusui/memberikan ASI walaupun kembali kerja. Cari tahu apakah di kantor ada ruangan khusus untuk memerah ASI. Beruntungnya, di kantor saya udah ada ruang laktasi. Kayaknya si tinggal dirapiin aja dalemnya. Mudah2an setelah melahirkan nanti ruangannya dah bisa dipake ^^v

3.       Cari organisasi pendukung ASI atau ibu-ibu kelompok peduli ASI, minta dukungan rekan2 kantor yang bisa mendukung keputusan untuk tetap memberikan ASI. Alhamdulillahnya, rekan-rekan kantor saya banyak juga ibu2 pendukung ASI, jadi tenang..banyak senior yang bisa diajak konsultasi ^^

4.       Belajar cara memerah ASI dengan tangan atau mulai mencari-cari pompa ASI (breastpump) yang sesuai à sudah mulai browsing-browsing dan cari2 tentang cara memerah pake tangan. BP juga udah dapet yang dipengen. Ada cerita lucu waktu cari2 pencerahan mana BP yang sesuai. Nanti saya posting yak!😀

5.       Pertimbangkan pilihan waktu yang tersedia, apakah moms bekerja full time, part time, bekerja di rumah, pulang-pergi untuk menyusui, ato bayi diantar ke kantor. Nah, karena saya kerja dari jam 7.30 – 17.00 dan jarak rumah-kantor ga memungkinkan pulang pergi menyusui, makanya perlu stok ASIP. Tapi…berhubung di kantor ada tempat penitipan anak (TPA/daycare) yang dikelola ibu-ibu Dharma Wanita, kepikiran juga untuk bawa si baby ke kantor (walopun biaya daycare cukup mihil 60k IDR/hari), apalagi sampe saat ini saya belum kepikiran mau ada ART/BS apa ga. Pengennya si mama saya aja yang jaga cucunya, tapi apa daya, mama saya working mom juga dan belum pensiun. We’ll see lah ya nantinya gimana

6.       Mantapkan komitmen Anda untuk tetap memberikan ASI walaupun kembali bekerja, setidaknya ASI Eksklusif, 6 bulan à Yups, harus benar2 menanamkan komitmen ini. Bismillah…. AKU BISA…!!!

PERSIAPAN PASCA MELAHIRKAN

1.       Lakukan IMD selama 1 jam pasca melahirkan dan susui bayi anda 2 jam setelah melahirkan. Klo bisa baby-nya rooming in (rawat gabung). Hindari pemberian cairan prelaktal

2.       Perbanyak kontak kulit dengan baby untuk memperat bonding antara bayi-ibu

3.       Penting untuk new moms : RELAKS, ISTIRAHAT CUKUP, dan FOKUSkan diri anda untuk kegiatan menyusui bayi

4.       Tingkatkan pasokan ASI dengan sering-sering menyusui bayi sesuai permintaan (sekitar 8-12x/hari). Hindari pemberian susu formula karena dapat mengurangi supply ASI

5.       Hindari pemberian ASIP dengan dot karena dapat meningkatkan risiko “bingung putting” pada bayi

6.       Belajar memberikan ASIP dengan selain dot : sendok, cup, pipet

7.       Pilih pengasuh bayi yang pro ASI, atau ajarkan mereka cara memberikan ASIP dengan selain dot

8.       Mantapkan teknik memerah dengan tangan/breastpump

9.       Mulai menabung ASIP 2 minggu sebelum kembali bekerja, dan simpan ASIP dengan cara yang benar

10.   Konfirmasi pihak kantor bahwa Anda akan tetap memberikan ASI, rencana Anda untuk memerah di kantor (kapan & dimana)

11.   Jika memungkinkan, lakukan simulasi 1 hari Anda meninggalkan bayi ke kantor dan meninggalkan ASIP à untuk mengetahui seberapa banyak ASIP yang dibutuhkan

 

PERSIAPAN KETIKA SUDAH KEMBALI KE KANTOR

1.       Pertimbangkan untuk kembali bekerja pada hari Kamis àseperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, biar bisa cepet ketemu weekend dan bayi ^^

2.       Persiapkan segala kebutuhan untuk ke kantor pada malam harinya (breastpump, cooler bag, botol ASIP)

3.       Susui bayi sebelum berangkat ke kantor

4.       Usahakan perpisahan dan pertemuan kembali dengan bayi dalam keadaan gembira

5.       Di kantor : perah ASI sesuai dengan jadwal menyusui bayi, minimal rentang waktu berpisah dibagi 3 jam. Misalkan berangkat kantor jam 6 pagi, pulang jam 6 sore, berarti 12 jam dibagi 3 = 4 jam, berarti  perahlah ASI setiap 4 jam.

6.       Perah/pompa ASI secara teratur sesuai jadwal dan sebelum PD terasa penuh

7.       Gunakan cara yang benar untuk menyimpan ASIP di kantor

8.       Pastikan pengasuh Anda mengerti tata cara yang benar dalam memberikan ASIP

9.       Minta kepada pengasuh agar tidak memberikan ASIP saat Anda hampir sampai di rumah, agar bisa disusui langsung

10.   Susui bayi setelah anda sampai di rumah, malam hari, weekend, dan setiap saat bersama bayi

11.   Minta dukungan rekan kantor untuk memantapkan Anda terus memberikan ASI

12.   Cari sesama working moms untuk saling tukar pendapat, berbagi pengalaman, dan saling mendukung

Gimana moms??? Dah melakukan persiapan apa aja??

Masih mau lanjut?? Yuk mareee…

Materi selanjutnya adalah teknik memerah dan menyimpan ASIP. Ternyata, memerah ASI tidak hanya untuk working moms loh, full time moms juga perlu memerah ASI. Apa aja kegunaannya? Banyaaaaak…! Diantaranya : mengurangi bengkak, mengurangi sumbatan ASI, memberi makan bayi sakit yang tidak dapat mengisap ASI yang cukup, mempertahankan suplai ASI ketika bayi/ibu sakit/bekerja, mencegah nipple & areola kering/perih. Banyak kan? Lanjut..! Bagaimana supaya enak memerah ASI? Caranya dengan memanipulasi hormon oksitosin. Maksudnyah?? Maksudnya, si ibu harus relaks…do anything yang bisa bikin kita senang. Entah itu bawa foto baby, dengerin rekaman suara baby, bawa baju baby..minum yang hangat2, kompres hangat PD, pake teknik visualisasi/membayangkan ASI sedang mengalir deras. Pokoknya apapun lah demi ASI lancar😀

Bisa digugling kok moms cara memerah dengan tangan (teknik Marmet) dan dengan pompa. Yang paling penting, jangan lupa persiapan sebelum memerah : CUCI TANGAN..!!

Trus, gimana menyimpan ASIP yang benar?? Sebelumnya, ini yang penting dilakukan sebelum menyimpan ASIP :

1.       CUCI TANGAN sebelum memerah/memompa ASI

2.       CUCI peralatan memerah/memompa dengan air panas & sabun, dan disiram sekali lagi dengan air matang. TIDAK PERLU DISTERILKAN, karena ASI mengandung zat antibakteri

3.       BERI LABEL hari dan tanggal pada botol kapan ASIP diperah/memompa

TATA CARA MENYIMPAN ASIP :

1.       Sebelum dimasukkan ke freezer, dinginkan ASI dalam kulkas bawah

2.       ASIP yang disimpan sebaiknya 60-120 ml, untuk mencegah ASI terbuang percuma

3.       Sistem pemberian ASIP adalah First In First Out (FiFo), tapi lebih baik jika menggunakan ASIP yang masih disimpan dalam kulkas daripada yang disimpan dalam freezer

4.       Gabungan hasil perah dalam satu hari dapat disimpan dalam 1 botol, asal SUHUNYA SAMA

Simpan ASIP pake apa?? Banyak kok yang bisa dipake, misalnya botol kaca bening (supaya bisa terlihat klo ada yang aneh pada ASI), botol/kantung plastik (pastikan BPA Free/food grade), dan pastikan TUTUPnya RAPAT.

Nah, gimana menghangatkan ASIP? Dari freezer, taruh dulu di kulkas bawah selama 12 jam. Setelah itu dihangatkan dengan cara disimpan dalam mangkuk berisi air hangat/ dialirkan air hangat melalui kran. Yang pasti : JANGAN DIREBUS, JANGAN DIMASUKKAN KE MICROWAVE, JANGAN DIKOCOK (cukup DIADUK PERLAHAN). Klo bisa, dicoba dulu ya moms, supaya ketahuan klo ASI basi atau suhunya terlalu panas untuk bayi.

Pheeeww…! Ngebut ngeringkas materi😀

Masih ada satu materi lagi : Cara meningkatkan Suplai ASI. Ini penting banget klo lagi kejar tayang,😀

1.       Tingkatkan frekuensi menyusui, terutama malam hari ketika hormon prolaktin aktif bekerja

2.       Tingkatkan frekuensi memerah/memompa à setiap 2 jam

3.       Jangan tunggu PD terasa penuh untuk menyusui/memerah.

4.       Lebih sering mengajak bayi menyusu

5.       Susui bayi lebih lama, jangan dibatasi

6.       Coba mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI à tujuannya, meningkatkan kepercayaan diri ibu

7.       Cari bantuan professional : konselor laktasi

8.       Percayalah bahwa setiap ibu secara alami dibekali kemampuan untuk memproduksi ASI yang cukup

Banyak betul ya?? Mudah2an infonya berguna buat para new moms.

Semua tulisan diatas adalah materi Kelas Edukasi AIMI. Moms bisa juga gugling untuk info tambahannya.

Happy breastfeeding…! ^^

PS : buat yang pengen ikutan kelas edukasinya AIMI, silakan langsung cek TKP yak..!! ^^

 

 

 

 

 

 

 

Author:

A woman who loves everything about Korean culture, try her best to be a good mother & devoted wife.

4 thoughts on “Kelas Edukasi AIMI : Breastfeeding Tips for Working Moms

  1. Terima Kasih sudah berbagi pengalaman dan ilmunya.. Boleh saya izin mengcopy materinya ?
    Artikelnya menarik dan disajikan dalam bahasa yang mudah dimengerti. Two Thumbs up untuk mbak Dinhie🙂

  2. Bunda, yg bunda jelasin di atas itu part of kelas “pre natal” atau “post natal”? Karena saya berminat ikutan kelasnya tapi msh bingung pilih yg mana. Ada saran bun?🙂

    1. Ini kelasnya pre natal Bun. Sebenarnya tergantung kebutuhan Bunda, lebih pilih yang pre natal ato post natal. Klo pre natal lebih dikhususkan persiapan pengetahuan dan mental. Klo post natal lebih ke praktek, dan jika ada masalah dalam proses menyusui. Klo bunda merasa sudah cukup informasi tentang menyusui dan ingin tahu lebih banyak tentang praktek memerah ASI, bisa ikut yang post natal. Terima kasih sudah berkunjung, dan semoga membantu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s