Posted in Cuap-cuap, Girl's Talk, Others, Tentang Wanita

Letak Kekuatan Lelaki dan Perempuan

Letak Kekuatan Lelaki dan Perempuan

Jumat, 12/03/2010 04:27 WIB

Oleh S.F. Lussy Dwiutami Wahyuni

Proses, merupakan kata sakral yang sering disebut-sebut dalam setiap momen. Rasanya tidak ada satu sisi kehidupanpun yang terlepas dari cengkraman kata “proses.” Mulai dari menatap dunia sampai dengan menutup dunia pasti ada proses yang membackdropi semua cerita.

Kalau selama ini ada istilah ujian adalah garamnya kehidupan, nah proses bisa dianalogikan sebagai kokinya. Lho kok kenapa koki? Yups, karena kokilah yang mempunyai peranan penting dalam mengeksekutor semua hal. Enak atau tidaknya suatu makanan tergantung kejelian, keahlian, ketangkasan, kekreatifan, dan kecerdasan koki dalam memformulasikan bumbu dengan bahan-bahan lainnya. Jadi bisa dikatakan, sebagus apapun input bila tidak diproses secara optimal akan menghasilkan suatu hal yang sama saja (bila tidak mau dikatakan tidak ada spesial-spesialnya sama sekali). Dan sebaliknya, input yang biasa-biasa saja, namun sang koki mampu mentreatmentnya dengan benar dan sesuai akan menghasilkan output yang spesial juga. Continue reading “Letak Kekuatan Lelaki dan Perempuan”

Advertisements
Posted in Cuap-cuap, Girl's Talk, Tentang Wanita

Tentang Calon Suami..

Tujuan saya menuliskan judul diatas bukan untuk memperkenalkan calon suami^^, tapi sekadar pembicaraan umum saja mengenai kriteria calon suami idaman atau ideal. Hari ini, waktu lagi search situs-situs tentang jilbab tiba tiba nemu tulisan yang judulnya ‘Suamiku Bukan Lelaki Sempurna’ dari situs  jilbab.or.id. Ehm, tulisan yang sederhana, namun menyentuh. Jujur, baru kali ini saya mengangkat tema seputar laki-laki dan pernikahan dalam blog. Tapi gapapa deh, insyaAlloh tulisan ini bermanfaat buat yang sudah menikah, akan menikah,  maupun yang belum menikah..^^

Suamiku Bukan Lelaki Sempurna

by Sutikno bin Tumingan

SUAMIKU BUKAN LELAKI SEMPURNA
Nikah Vol. 4, No. 6, September 2005

Dulu di tengah hangatnya teh panas dan sepotong roti di pagi hari, saya dan teman-teman satu kos sering ngobrol tentang sosok ikhwan atau suami ideal.

Menurut kami seorang ikhwan yang paham agama pastilah sosok yang amat ’super’. Super ngemong, sabar, romantis, dan sebagainya, tiada cela dan noda. Dalam pikiran polos kami saat itu, seorang ikhwan itu pasti ittibaussunnah dalam segala hal, termasuk dalam berumah tangga.

Namun seiring berjalannya waktu akhirnya saya menyadari, ternyata dulu kami melupakan satu hal. Yaitu bahwa seorang ikhwan adalah juga manusia, yang tentu saja memiliki sifat “manusiawi”. Mereka pun memiliki sederet masalah, dan mereka bukan malaikat. Jadi, tidak layak tentunya jika berbagai tuntutan kita bebankan kepada mereka.

Membangun harapan adalah sah-sah saja. Hanya saja, jangan kaget setelah bertemu realita. Setelah menikah, menyatukan dua hati yang berbeda bukanlah hal mudah. Menginginkan sosok suami yang bisa menyelesaikan konflik tanpa menyisakan sedikit pun sakit hati atau masalah adalah harapan berlebihan. Continue reading “Tentang Calon Suami..”